Sabtu, 24 Desember 2011

Puisi Sosial Masyarakat 1

Adakah Duka Membawa Cinta
karya: Suhendra, ST

Aku ini cinta yang menyelinap di celah-celah kerut kulit manusia
Aku ini cinta yang mengalir di setiap panasnya darah
Aku ini cinta yang berteriak digemuruh lautan
yang bersemayam diperihnya tanah pertiwi
yang bersemilir dirubuhnya pepohonan
Aku ini cinta yang berada dipengabnya udara kota

Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang lelah
Menatap mataku yang tak berdaya
Garis-garis pelopak mata
Mengantarkan debu jalanan....menusuk tajam kedalam angan

Jalan yang ku lalui banjir air mata
Yang sebenarnya tidak tumpah
Nyanyian yang kudengar merupakan rintihan
tangisan...... kelaparan


Tanah yang kupijak tak lagi mau menopang kehidupan
Sebagian telah memuntahkan isi perutnya

Bangku Taman yang kududuki bau anyir kemiskinan
Yang dimuntahkan mulut-mulut abu lahab dan abu jahal
Yang dituangkan tangan-tangan perkasa firaun-firaun zaman sekarang

Kalian rampas semangat kami
Kalian rampok lapangan bermain kami
Kalian bongkar kuburan kami
Kalian curi masa depan kami
Kalian penuhi kantong-kantong kebohongan
Kalian sesaki lambung-lambung kenistaan
Kalian kirim kami gelap
Kalian kirim kami gemuruh
Kalian kirim kami dengan ketakutannn....
Dipelupuk mata kalian menari....
Membelenggu sukma dan kehidupan

Ambil...ambillah...ambilllllahhhhh.....

Karena ku sudah rindu dengan kekasihku
Karena ku ingin berjumpa kekasihku....
  
Aku bersujud di tanah tanpa sajadah
Tanah yang tempat menerima segala kekotoran
Tanah yang menerima segala keangkuhan
Tanah yang menerima kesedihan
Tanah yang memeluk tubuhku menemani kesunyian
Adalah lama tempat penantian...
Untuk siapakah air mata ini kutumpahkan

apakah tanah akan berpisah dengan debu
apakah api akan terpisah dengan panas
apakah air akan terpisah dengan uap
apakah besi akan lentur?

Dimana kutemukan cinta....
Yang berlindung dibawah kebencian
Yang berllindung dibawah kesyirikan
Yang berlindung dibawah payung hukum kekuasan

Dimana kutemukan cinta....
Kepelupuk mata ku mencari...
Air mata kesedihan kutemukan
Kerelung hati ku mencari...
Keresahan hati ku temukan
Di jasad-jasad ku mencari...
Keperihan jiwa yang terpatri

Oooooooooo....Kuingin menjerit dipangkuan gelombang
Yang mampu memecahkan ombak lautan
Kuingin mencengkram awan
Yang mampu menabuh genderang

ya Robbiiiii berikan kami keseimbangan
antara cinta dengan kebenaran
tuntunlah dengan kata-kata
antara kebenaran dengan cinta

ya Robbiiii berikan kami keseimbangan
antara ilmu dengan iman
tuntulah kami dengan cahaya yang teduh
antara iman dengan ilmu

Ooooohhh adakah duka membawa cinta!

LEMBAYUNG SENJA
Karya: Suhendra ST

merah darahku...tak semerah pipimu....
merdu suaraku tak semerdu nyanyian semilir angin disenja hari
cerah rawi ku tak secerah cahaya mentari
lembut tingkahku tak selembut suasana semu

canda lirik lagu angin menyapa mega
laju terbang menuju buaian mentari
senyum alam kian merekah
menyambut siraja gelap datang menari


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar